Ticker

6/recent/ticker-posts

Ads

PENGARUH BUDAYA PADA KESEHATAN

Persepsi seseorang terhadap kondisi kesehatannya dipengaruhi budaya atau kebudayaan yang dimilikinya. Pada masyarakat non industri menurut Helman (1994), pada umumnya mengartikan sehat sebagai suatu keseimbangan hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, serta manusia dengan supernatural. Pada masyarakat barat kondisi sehat diartikan mencakup aspek-aspek fisik, psikologi, dan perilaku. Namun, persepsi terhadap tingkat kesehatannya berbeda-beda tergantung dari golongan tempat seseorang masuk didalamnya, hal ini juga dibuktikan hasil penelitian tentang penggunaan pelayanan preventif.
Dalam setting penanganan kesehatan jiwa, budaya akan mempengaruhi bagaimana orang :
Menyebutkan dan mengkomunikasikan masalah.
Menjelaskan penyebab masalah.
Mempersepsikan pelayanan kesehatan jiwa.
Menggunakan atau merespon penanganan kesehatan jiwa.

Bagaimana kita dapat maju selangkah dan memberikan penanganan yang terbaik apabila kita tidak mempertimbangkan perbedaan-perbedaan dari orang yang kita bantu? Bagaimana kita dapat mengatasi kesulitan bahasa, perbedaan budaya, pandangan setempat tentang sakit jiwa, persoalan gender, dan metode pengajaran / pelatihan yang berbeda.

Pengaruh budaya pada kesehatan sangat penting dalam memahami bagaimana individu atau kelompok memandang, mengelola, dan merespons kesehatan, penyakit, serta layanan kesehatan. Budaya mencakup nilai, kepercayaan, praktik, bahasa, dan norma sosial yang memengaruhi keputusan serta perilaku seseorang terkait kesehatan. Berikut adalah penjelasan mendalam tentang pengaruh budaya pada kesehatan:


1. Persepsi tentang Kesehatan dan Penyakit

  • Budaya memengaruhi bagaimana seseorang memahami konsep sehat dan sakit.
    • Contoh:
      • Dalam budaya barat, kesehatan sering dianggap sebagai kondisi fisik yang baik.
      • Dalam budaya timur, seperti budaya Asia, kesehatan sering dikaitkan dengan keseimbangan energi (misalnya konsep Yin-Yang dalam pengobatan tradisional Cina).
  • Penyebab penyakit juga dipengaruhi oleh budaya:
    • Beberapa budaya percaya bahwa penyakit disebabkan oleh faktor medis (virus, bakteri).
    • Budaya lain mungkin mengaitkan penyakit dengan kutukan, gangguan spiritual, atau dosa.

2. Kepercayaan tentang Pengobatan

  • Budaya menentukan cara seseorang mencari pengobatan.
    • Beberapa budaya lebih percaya pada pengobatan tradisional, seperti ramuan herbal, pijat, atau akupunktur.
    • Budaya lain mengutamakan pengobatan modern atau gabungan keduanya.
  • Ada juga budaya yang memiliki pantangan terhadap prosedur tertentu, seperti operasi atau transfusi darah.

3. Kebiasaan Hidup dan Gaya Hidup

  • Budaya memengaruhi kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan perilaku sehari-hari yang berdampak pada kesehatan.
    • Makanan:
      • Diet tradisional yang tinggi garam, gula, atau lemak dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti hipertensi atau diabetes.
      • Pantangan makanan tertentu berdasarkan agama atau tradisi juga memengaruhi pola makan.
    • Aktivitas fisik:
      • Dalam beberapa budaya, aktivitas fisik secara teratur dianggap sebagai bagian penting dari kehidupan, sedangkan budaya lain mungkin lebih pasif.

4. Peran Keluarga dalam Kesehatan

  • Budaya memengaruhi peran keluarga dalam pengambilan keputusan kesehatan.
    • Contoh:
      • Dalam budaya kolektif (misalnya budaya Asia), keluarga besar sering terlibat dalam keputusan medis, termasuk memilih jenis perawatan.
      • Dalam budaya individualis (seperti budaya Barat), keputusan kesehatan biasanya diambil oleh individu sendiri.

5. Pandangan tentang Kematian dan Perawatan Akhir Hayat

  • Budaya menentukan bagaimana seseorang memandang kematian dan perawatan di akhir hayat.
    • Contoh:
      • Dalam budaya tertentu, berbicara tentang kematian dianggap tabu.
      • Beberapa budaya memiliki ritual khusus untuk mendukung pasien sekarat atau menghibur keluarganya.

6. Hambatan Budaya terhadap Layanan Kesehatan

Budaya dapat menjadi penghalang dalam menerima atau mengakses layanan kesehatan. Beberapa faktor:

  • Bahasa: Hambatan bahasa dapat menyulitkan komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan.
  • Ketidakpercayaan terhadap Sistem Medis: Budaya tertentu mungkin tidak mempercayai layanan kesehatan modern.
  • Stigma Sosial:
    • Penyakit seperti HIV/AIDS atau gangguan mental sering distigmatisasi dalam beberapa budaya, sehingga pasien enggan mencari bantuan.
  • Peran Gender:
    • Dalam budaya tertentu, wanita mungkin tidak diizinkan berkonsultasi dengan dokter pria, atau sebaliknya.

7. Pengaruh Spiritualitas dan Agama

  • Pengobatan Spiritual:
    • Dalam beberapa budaya, perawatan kesehatan melibatkan doa, meditasi, atau ritual spiritual.
  • Pantangan Agama:
    • Agama dapat memengaruhi keputusan kesehatan, seperti pantangan transfusi darah oleh pengikut Saksi Yehova atau konsumsi obat tertentu.

8. Pandangan terhadap Pencegahan dan Promosi Kesehatan

  • Budaya memengaruhi sejauh mana seseorang mengikuti tindakan pencegahan, seperti vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, atau pola makan sehat.
    • Contoh:
      • Beberapa budaya sangat mendukung promosi kesehatan melalui komunitas.
      • Budaya lain mungkin kurang memberi perhatian pada pencegahan dan lebih fokus pada pengobatan setelah sakit.

9. Dampak Budaya pada Respons terhadap Pandemi

  • Pandemi COVID-19:
    • Kepatuhan terhadap protokol kesehatan seperti memakai masker atau menjaga jarak bervariasi berdasarkan budaya.
    • Kepercayaan terhadap vaksinasi juga dipengaruhi oleh nilai budaya dan tradisi.

10. Contoh Nyata Pengaruh Budaya pada Kesehatan

  1. Budaya Jepang:
    • Fokus pada makanan sehat seperti ikan, sayuran, dan teh hijau mendukung angka harapan hidup yang tinggi.
  2. Budaya Barat:
    • Fokus pada kebebasan individu membuat banyak orang memilih perawatan medis modern.
  3. Budaya Afrika:
    • Kepercayaan terhadap dukun atau tabib tradisional masih kuat, meskipun pengobatan modern semakin diterima.
  4. Budaya Indonesia:
    • Pengobatan herbal seperti jamu masih populer di samping pengobatan modern.

Kesimpulan

Budaya memiliki pengaruh besar pada semua aspek kesehatan, mulai dari persepsi tentang penyakit hingga cara mencari pengobatan. Pemahaman terhadap budaya pasien memungkinkan pemberian layanan kesehatan yang lebih holistik, sensitif, dan efektif. Dalam dunia kesehatan modern, pendekatan lintas budaya atau cultural competence menjadi kunci untuk mengatasi perbedaan budaya demi meningkatkan hasil kesehatan.

Post a Comment

0 Comments